Berbagai dampak negatif dari era industri adalah hal yang sering dilupakan. Salah satu nya adalah mengenai polusi dan pembuangan. berikut ini adalah hasil Kilipingan dari sebuah buku yang sangat bagus untuk dijadikan tema diskusi oleh muslimin.
Yaitu buku berjudul "Rekayasa Peradaban Muslim" Karya Ziauddin Sardar Yang diterjemahkan dari "The Future of Muslim Civilisation" oleh Rahmani astuti.
"
Polusi dan Pembuangan
Pemanfaatan sumber sumber bumi menmbulkan polusi dan pembuangan. Permintaan yang semakin besar akan energi dan standar hisup yang lebih baik di Dunia Barat telah pula menigkatkan polusi dan pembuangan. Semua sumber yang ada pada masa sekarang inimenimbulkan polusi.
Setiap bentuk tenaga penggerak utama mendatangkan bahaya tersendiri pada lingkungan. Bahan bakar dari fosil-minyak dan batu bara- mengeluarkan asap dan sulfur dioksida paling buruk; bahkan dalam kondisi ideal mereka mengubah oksigen menjadi karbondioksida. Tenga listrik dari air memerlukan bendungan-bendungan dan menutup lahan, menganggu aliran sungai, meningkatkan pembuangan air dengan adanya penguapan, dan membuat desa-desa dipenuhi endapan lumpur. Stasiun-stasiun tenaga nuklir menimbulkan polusi panas dan radioaktif serta memingkinkan terjadinya bencana.
Polusi dapat dikategorikan dengan berbagai cara:
1. Buangan Industri: adalah produk-sampingan dari industri pabrik yang dibuang dari lokasi pabrik karena tidak ada nilainya lagi atau secara tak sengaja terbuang ke udara. Kalau sumber-sumber energi diubah menjadi listrik dan gardu-gardu pusat atau tungku pembakaran industri;kalau buangan padat dibakar; kalau minyak tanah disuling dari minyak mentah , terjadilah polusi lingkungan. Meningkatnya karbon dioksida di atmosfer atau karbon klorofluoro di statosfer merupkan akibat polusi industri.
2. Polusi Mesin : mobil, pesawat udara dan sistem transportasi lainnya merupakan penyebab banyaknya polusi di kota-kota yang dapat kita lihat di negara-negara berkembang maupun negara sedang berkembang. Pengaruh polusi mesin sangat terasa di pyusat-pusat kota berpenduduk padat dari negara-negra sedang berkembang dan bahaya yang ditimbulkan oleh pengaruh tersebut terhadap kesehatan mereka sudah sama kita maklumi. Mobil merupkan penyebab utama polusi karena mengelurkan gas-gas koto dalam jumlah besar. Pada 1970 polutan itu mencapai angka lebih dari 111 juta ton sulfur dioksida, 19,5 juta ton residu hidro-karbon dan 11,7 juta ton nitrogen dioksida di AS saja.
3. Buangan Besar : ini merupkan produk akhir dari berbagai proses industri; ampasa biji besi dan baja, buangan dari pertanbangan batu bara, abu dari stasiun pembangkit tenga dan buangan dari pabrik-pabrik keramik cina merupakan beberapa contoh. Material-material tersebut menimbulkan polusikalau dibuang ditempat-tempat yang membahayakan keselamatan binatang maupoun manusia dan meyebabkan lahan yang dapat ditanami kehilangan fungsinya.
4. Polusi Pertanian: Ini disebabkan oleh penggunaan pstisida dan produk produk makanan ternak yang disimpan di dalam gudang-gudang tertutup yang dipaksakan ke dalam siklus kehidupan tanaman dan binatang dan dialirkan ke suplai-suplai air. Kandungan DDT, misalnya, sekarang ditemkan di hutan-hutan dan lautan seluruh dunia.
5. Buangan Nuklir: Ini patut dipikrkan secara khusus karena mereka tetap aktif dalam jangka waktu yang lama. Tidak penting benar apakah pemrosesan kembali nuklir itu 'bersih' atau tidak, karena itu merupakan satu tahap dalam siklus nuklir yang didalamnya kandungan radioaktif akan terlepas dan mengotori lingkungan sekalipun cara kerja di pabrik itu cukup efisien. Buangan aktif jangka panjang itu, sampai sekarang masih tersimpan dalam tangki-tangki khusus dari baja tak berkarat seperti yang ada di Hamford, AS dan Windscale, Ingris. Tapi tangki-tangki semacam itu tidak dapat diawasi selamanya. Bahaya kebocoran tangkipun ada bahkan sebenarnya ini pernah terjadi. Gagasan untuk menyingkirkan buangan yang berbahaya ini ke lokasi geologis yang sesuai pun menimbulkan berbagai masalah. Lautan juga tidak mempunyai kemampuan tanpa batas untuk menerima dan melarutkan bunagan radioaktif ini. solusi apa pun yang dibuat untuk menyingkrkan buanag radioaktif ini, bahaya-bahaya potensial masih tetap mengancam.
6. Panas : prosuk akhir dari stasiun stasiunpembangkit tenaga ini, polusi panas, semakin menjadi masalah. Pabrik-pabrik yang menggunakan bahan bakar fosil meneluarkan sekitar 15 persen panas ke udara, sementara pabrik-pabrik yang menggunakan tenga nuklir mengeluarkan sekitar 70 persen energi uranium ke lingkungan sekitarnya, yang merupakan buanagn panas. Telah dinyatakan bahwa pengeluaran kuantitas buangan panas sebesar itu ke udara akan dapat menimbulkan perubahan iklim yang serius. Jika buangan panas tetap seperti ini, cukup masuk akallah kalu tingkat air laut bertambah tinggi, angin topan semakin sering datang dan hujan semakin sering turun.
Polusi dan buangan merupakan produk-sampingan yang wajar dari pertumbuhan ekonomi Dunia Barat. Polutan paling mencolok mata di dunia ini pada kenyataannya merupakan produk dari ekonomi konsumerisme; gaun-gaun pengantin dari kertas, kaleng-kaleng cola yang tidak dapat dikembalikan ke penjualnya, talam aluminium yang boleh dibawa pulang setelah selesai makan, sikat gigi yang dirancang hanya untuk dipakai sekali dan banyak produk lain yang sejenis. Polusi ini tidak kurang berbahaya dibandingkan dengan buangan radioaktif jangka panjang. yang terakhir itu mengancam fisik; sedang yang pertama mengancam fisik dan jiwa. Perbedaannya tidak selalu disadari. Islam menekankan kemerosotan fisik dan iwa yang dapat diakibatkan oleh buangan dan konsumsi berlebihan.
oknum-oknum Islam yang telah mendoirong konsumerisme dan pemborosan yang menyertainya telah melanggar ketentuan dasar ISlam. Islam menyarankan kesederahanaan dan megutuk pemborosan. Orang tidak dapat bertindak sebaliknya dan tetap mengharapkan karunia Allah: hukum-hukum Tuhan tidak dirancang untuk mengistimewakan sistem Muslim di atas yang lain."
Itulah tadi sebagian kecil pemikiran sardar yang terdapat dalam karyanya. Untuk Lebih paham terhadap pemikirannya disarankan untuk mebaca karya-karyanya.
Read More/Selengkapnya...