
berikut adalah lirik dari tiga lagu terbaru Padi yang menurut saya dapat kita petik pelajaran. Dari lagu tersebut intinya adalah bahwa kita jangan pernah berputus asa, tabah menghadapi ujian, dan saling rukun. Kita lihat sendiri bagaimana keadaan masyarakat indonesia saat ini berbagai cobaan selalu datang bertubi-tubi. Kerusuhan-kerusuhan sering terjadi di penjuru negeri. Jadi mungkin dengan memahami ketiga lirik berikut kita bisa mengambilnya sebagai nasehat dalam hidup kita.
Sang Penghibur
setiap perkataan yang menjatuhkan
tak lagi kudengar dengan sungguh
juga tutur kata yang mencela
tak lagi kucerna dalam jiwa
aku bukanlah seorang yang mengerti
tentang kelihaian membaca hati
ku hanya pemimpi kecil yang berangan
tuk merubah nasibnya
oh...
bukankah ku pernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya
yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya
musik.....
Yang lelah jiwanya.....
Oh....
bukankah kubisa melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
bukankah hidup ada perhentian
tak harus kencang terus berlari
kuhelakan nafas panjang
tuk siap berlari kembali
berlari kembali
melangkahkan kaki
menuju cahaya
bagai bintang yang bersinar
menghibur yang lelah jiwanya
bagai bintang yang berpijar
menghibur yang sedih hatinya
-------------------
Terluka
Langit masih terbalut mendung hitam
Masih kucemas bila saatnya datang
badai angin topan menghempas
segalanya kah bakalkah akan berakhir
Lumpur merendam pilunya belumlah sirna
jika mentari panasnya tak lagi menyengat
apakah kini adalah
akhir dari tempat ku berpijak
Reff:
kita mungkin terluka
kitapun bisa mati
tapi janganlah pernah
menyalahkan hidup
persiapkan hati
persiapkan jiwa
atas segalanya yang
bila terjadi
gelombang biru menghujam
menyapu gunung
puing2 tersisa mengiris hati
bilakah fajar akan bersinar
dan lebih jauh lagi menerangi dunia
Reff...
musik (bila terjadi)
Reff2x
persiapkan hati
persiapkan jiwa
atas segalanya yang
bila terjadi2x
-----------------------
Aku Bisa Menjadi Kekasihmu
Segala yang kan bisa menjadi baik
jika kita tak saling menyakiti
apapun yang sudah terjadi
bilakah kita harus merelakannya
memaafkan itu tak seberat memindahkan samudra
Tak ada yang paling sempurna
kuserahkan kepadamu
kepadamu
Aku bia menjadi kekasihmu
aku bisa menjadi teman
aku bisa menjadi musuhmu
aku bisa menjadi sahabatmu
Menerjemahkan isi hati
Mungkin lebih baik dengan berbicara
Bukankah jalannya hidup menjadi mudah
Bila kita saling bisa melengkapi
Memaafkan itu tak seberat memindahkan samudra
Tak ada yang paling sempurna
Kuserahkan kepadamu
Kepadamu
Aku bia menjadi kekasihmu
Aku bisa menjadi teman
Aku bisa menjadi musuhmu
Aku bisa menjadi sahabatmu
Sunday, December 9, 2007
Nasehat dari lirik-lirik lagunya padi (album tak hanya diam)
Saturday, December 1, 2007
Kita bisa cegah HIV/AIDS

IDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan berbagai gejala dan infeksi sebagai akibat dari hilangnya sistem kekebalan tubuh karena infeksi dari Human Immunodeficiency Virus (HIV). Walaupun sudah ada penanganan untuk AIDS dan HIV, obatnya belum diketahui. Komunitas SMAN 109 Jakarta "CIX-ers" mengajak seluruh masyarakat untuk peduli atas Pencegahan/Penanggulangan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV tersebut!
Memang bukan dalam bentuk materi (uang, sumbangan untuk yayasan, atau sejenisnya), tetapi melalui sosialisasi informasi penting berupa penularan, pencegahan, dan kondisi rawan tentang AIDS dari beberapa artikel yang diperoleh di dunia cyber:
AIDS adalah akronim dalam bahasa Inggris dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan kumpulan berbagai gejala dan infeksi sebagai akibat dari hilangnya sistem kekebalan tubuh karena infeksi dari Human Immunodeficiency Virus (HIV). Walaupun sudah ada penanganan untuk AIDS dan HIV, obatnya belum diketahui. Berbagai faktor yang mempengaruhi adalah kesehatan, fungsi kekebalan, layanan kesehatan, dan infeksi lain.
.........
Pita Merah (Red Ribbon) seperti ini adalah simbol solidaritas untuk orang yang positif HIV dan terkena AIDS, dan tanggal 1 Desember telah ditetapkan sebagai Hari AIDS Internasional.
.........
(Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS)
PENULARAN HIV / AIDS
.........
Penularan HIV ke dalam tubuh dapat melalui aliran darah, melalui luka, pembuluh darah maupun lewat membran mukosa (selaput lendir). Media penularannya adalah darah, cairan sperma, dan cairan vagina. Beberapa kegiatan yang dapat menularkan HIV yaitu:
- Hubungan seksual yang tidak aman dengan orang yang telah terinfeksi HIV.
- Penggunaan jarum suntik, tindik, tato yang dapat menimbulkan luka yang tidak disterilkan secara bersama-sama dan sebelumnya telah dipakai oleh orang yang terinfeksi HIV.
- Melalui transfusi darah yang tercemar HIV.
- Ibu hamil yang tercemar HIV pada anak yang dikandungnya.
.........
(KOMPAS https://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/23/muda/326457.htm)
SIAPA YANG RAWAN TERHADAP VIRUS AIDS ?
.........
Pada bulan September 2005, Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan RI melaporkan 8.251 kasus HIV/AIDS, dimana di 32 propinsi, 4.065 merupakan kasus HIV dan di 31 propinsi, 4.186 merupakan kasus AIDS. Dari kasus yang dilaporkan ini, persentase tertinggi (59,04%) ditemukan pada kelompok usia 20-29 tahun. Sedangkan kelompok usia dibawah 14 tahun persentasenya adalah 2,12 %. Dari kasus AIDS yang dilaporkan ini, penyalahgunaan narkoba suntik sebesar 59,9%, hubungan seks dengan lawan jenis 47,8 %, lain-lain 7,7 %. Laju kasus AIDS nasional per 100.000 penduduk adalah 2,08.
.........
(UNICEF http://www.unicef.org/indonesia/id/Bersatu_untuk_Anak_Bersatu_lawan_HIV_AIDS_Bhs_Inds_.pdf)
Laporan Departemen Kesehatan RI tersebut menunjukan bahwa orang-orang yang rawan terhadap AIDS yang terbesar adalah mereka yang terlibat dengan NARKOBA SUNTIK dan HUBUNGAN SEX.
KITA BISA CEGAH HIV/AIDS (Contoh Keberhasilan)
.........
Apa kuncinya?
ket : ODHA = orang dengan HIV/AIDS
Read More/Selengkapnya...





